Mantan Ketua DPRD Jawa Timur sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi, dilaporkan hilang sejak Rabu, 4 Juni 2025. Kabar hilangnya Kusnadi mengejutkan banyak pihak, terutama di kalangan elite politik, mengingat keterlibatannya dalam berbagai kasus hukum yang sedang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa mereka akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait dengan hilangnya Kusnadi. “KPK berharap Sdr. Kusnadi dapat segera ditemukan keberadaannya, sehingga proses hukum yang berkaitan dengannya dapat berjalan dengan efektif,” kata Budi dalam sebuah konferensi pers pada Senin, 9 Juni 2025.
Kasus ini berangkat dari pengusutan dugaan suap dalam pengelolaan dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) dari APBD Provinsi Jawa Timur tahun 2019 hingga 2022. Pengembangan kasus ini berawal dari penangkapan dan vonis terhadap Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024, Sahat Tua P. Simandjuntak, yang telah divonis 9 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Pengusutan lebih lanjut terhadap 21 orang lainnya sebagai tersangka juga dilakukan, dan mereka telah dicegah bepergian ke luar negeri.
Kehilangan Kusnadi dilaporkan oleh keluarganya ke Polsek Balongbendo, Sidoarjo. Menurut anaknya, Teddy Kusdita Kunong, ayahnya diduga menjadi korban penculikan oleh tiga pria tak dikenal. “Sebelum kejadian, ada tiga orang yang mencurigakan mondar-mandir di sekitar kandang ayam milik Bapak, seakan-akan memantau lokasi,” ungkap Teddy.
Kusnadi, yang sejak Desember 2023 memilih untuk menetap di peternakan ayamnya, sempat berinteraksi dengan seorang pria tak dikenal yang menginap di tempatnya semalam sebelum dirinya hilang. Pria tersebut terlihat akrab dan berbincang lama dengan Kusnadi, serta memiliki logat yang mirip dengan aksen Madura.
Kusnadi terakhir terlihat pada pukul 11.00 WIB, Rabu (4/6), ketika pergi bersama tiga pria misterius. “Mereka tampak berbincang sebelum Bapak pergi, satu di antaranya menunggu di mobil yang mesinnya menyala,” kata Teddy. Kehilangan ini menjadi lebih mencemaskan ketika nomor ponsel Kusnadi tidak bisa dihubungi setelah kejadian tersebut.
Menurut informasi terbaru dari kepolisian, lokasi ponsel Kusnadi terlacak berada di Pamekasan, Madura, meskipun ia sedang dalam kondisi sakit dan tidak pernah bepergian jauh. Teddy menyampaikan bahwa ia akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur untuk mempercepat proses pencarian.
Dengan situasi seperti ini, pengawasan dan respons KPK menjadi sangat krusial dalam menjaga jalannya proses hukum yang dihadapi Kusnadi. Budi Prasetyo menegaskan pentingnya kolaborasi dengan aparat penegak hukum (APH) agar dalam penanganan kasus yang melibatkan mantan legislator tersebut, agar efektivitas hukum tetap terjaga.
Kehilangan Kusnadi menjadi sorotan luas, dengan berbagai pihak menunggu kejelasan tentang keberadaannya. Bagi keluarga, situasi ini sangat mengguncang, dan mereka berharap agar Kusnadi dapat ditemukan dalam keadaan sehat. Kejadian ini juga membuka ruang dialog yang lebih luas tentang keamanan dan perlindungan bagi para politikus dan mantan pejabat yang terlibat dalam kasus hukum. Keberadaan Kusnadi kini menjadi perhatian nasional, menjadikan KPK dan pihak kepolisian dalam posisi penting untuk segera mencari solusi.
Hiburan
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
